Jumat, 10 Mei 2013

Hai Para Supplier Alat-Alat Kesehatan,Distributor Obat-Obatan,Rumah Sakit Kami Website Sentra Medis Menghadirkan Website Terlengkap Dalam Dunia Kesehatan Indonesia

Dengan Fasilitas Gratis Di Website Kami Sentra Medis Dapat Memasarkan,Mempromosikan Produk-Produk Dan Layanan Rumah Sakit Di Website Kami.Hanya Dengan Cara Memasukan Data Entri Anda Ke Website Kami Akan Membantu Anda.

Segera Bergabung Di Website Kami Sentra Medis Dan Semakin Banyak Masyarakat Tahu akan Produk-Produk Dan Layanan Anda.
Telah Hadir Website Sentra Medis Website Dunia Kesehatan Indonesia Terlengkap Untuk Semua Informasi Kesehatan.

Anda Supplier Alat-Alat Kesehatan,Distributor Obat-Obatan Dan Rumah Sakit Bergabung Bersama Kami Dengan Fasilitas Gratis Di wedsite Kami.Hanya Dengan Memasukan Data Entri Anda Dan Kami Akan Mempromosikan Usaha Anda.

Jadi Jangan Ragu Segera Bergabung Bersama Kami Di Website Sentra Medis
Apoteker memiliki peran penting yang tidak tergantikan oleh tenaga kesehatan lain terkait manajemen obat dan perbekalan kesehatan. Salah satu contoh kegiatan manajemen yang dilakukan adalah melakukan yang meliputi: perencanaan, permintaan obat ke Gudang Farmasi Kota, penerimaan obat, penyimpanan menggunakan kartu stok, pendistribusian dan pelaporan menggunakan.
Berikut adalah beberapa uraian mengenai sistem manajemen obat dan alkes:
  1. a.        Perencanaan dan Permintaan Obat
       Perencanaan pengadaan obat dan alkes di Puskesmas difasilitasi oleh dokumen Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat (LPLPO). Dokumen penunjang dalam pengadaan obat dan alkes di Puskesmas antara lain adalah Buku Pemakaian Obat harian; Buku Register Obat; dan Kartu Stok Obat.
            Penggunaan obat dalam pelayanan harian dicatat dalam Buku Pemakaian Obat Harian. Buku ini mencakup informasi tentang item obat dan jumlah obat yang digunakan setiap harinya. Jumlah pemakaian obat harian kemudian diakumulasikan dalam Buku Register Obat. Buku ini berisi informasi tentang item dan jumlah obat yang dipakai tiap bulan. Jumlah obat yang terpakai tiap bulan kemudian di rekapitulasi dalam Kartu Stok tiap item obat. Dari pengisian Kartu Stok akan didapatkan informasi tentang item obat, jumlah obat yang terpakai, dan sisa obat yang ada di gudang Puskesmas. Hasil pengisian Kartu Stok merupakan dasar untuk perencanaan pengadaan menggunakan LPLPO. Dari informasi yang ada pada Kartu Stok tiap-tiap item obat dapat diketahui ketersediaan obat di Puskesmas, dan jumlah pemakaiannya tiap bulan, sehingga dapat dijadikan sebagai dasar untuk permintaan akan item obat beserta jumlah yang diminta.

  1. b.        Penerimaan Obat
            LPLPO terdiri atas rangkap tiga, satu lembar yang berwarna putih dikirimkan unuk Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten, dua lembar yang berwarna kuning dan merah dikirimkan pada Gudang Farmasi Kota/Kabupaten sebagai laporan penggunaan obat dan permintaan atas obat. Item-item obat yang disetujui pengadaannya oleh Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten akan dikirimkan pada Puskesmas yang bersangkutan setiap dua bulan sekali melalui Gudang Farmasi Kota/Kabupaten. Lembar LPLPO yang berwarna kuning akan dikembalikan pada Puskesmas sebagai arsip. Item-item obat yang diminta tetapi tidak dapat terpenuhi pengadaannya akan disertakan keterangannya pada LPLPO.
            Item obat dan alkes yang diterima dicocokkan dengan LPLPO, kemudian dilakukan pengecekan terhadap tanggal kadaluarsa dan kondisi item. Obat dan alkes yang telah dicek disimpan dalam gudang dengan kondisi First In first Out (FIFO). Penerimaan item obat dan alkes dicatat dalam Kartu Stok.
  1. c.         Manajemen SDM
Apoteker berkoordinasi dengan kepala puskesmas berperan dalam pengaturan jadwal serta job descripton dari masing-masing SDM di kamar obat Puskesmas. Dalam hal pengaturan jadwal misalnya, karena jam layanan Puskesmas pagi dan sore, maka perlu adanya rolling SDM untuk ditempatkan pada jam pelayanan sore. Selain itu perlu diatur jadwal penempatan SDM di kamar obat Puskesmas Pembantu di Kelurahan Kemayoran.
d. Pembuatan Protap Pelayanan Kefarmasian
Untuk menjamin mutu pelayanan kefarmasian maka apoteker bisa membuat prosedur penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, dan pelayanan informasi obat. Prosedur tetap ini bisa dilihat di Pedoman Pelayanan Kefarmasian
Kebiasaan mengonsumi minyak ikan menurut hasil beberapa penelitian memang memiliki khasiat bagi kesehatan khususnya jantung. Dalam sebuah studi klinis terbaru di Australia, manfaat minyak ikan kembali mendapatkan dukungan.
Berdasar riset, konsumsi suplemen minyak ikan secara teratur mampu menurunan ketidakstabilan elektris pada jantung, khususnya pada pasien yang mengidap kelainan detak atau ritme jantung.
¨Pengaruh kestabilan ini mungkin suatu cara di mana minyak ikan dapat menurunkan risiko kematian pada pasien pengidap penyakit jantung dan pembuluh darah,¨ Dr Glenn D Young dari Royal Adelaide Hospital, Australia seperti dikutip Reuters Health.
¨Hasil riset ini tentu akan mendukung penggunaan minyak ikan atau pun konsumsi ikan lebih luas lagi pada pasien pengidap penyakit jantung koroner,¨ tambah Young.
Beberapa riset sebelumnya melaporkan bahwa peningkatan konsumsi ikan atau pun minyak ikan berdampak pada penurunan risiko kematian akibat serangan jantung. Fakta ini pun lalu memunculkan ide bahwa minyak ikan dapat menyeimbangkan atau menstabilkan ritme jantung.
Dalam riset tentang minyak ikan ini, Young dan rekannya melibatkan 26 pasien pengidap gangguan ritme jantung yang disebut ventricular tachycardia. Di dalam jantung para partisipan ini tertanam alat pacu jantung.
Sebanyak 22 partisipan diharuskan mengonsumsi 3 gram minyak ikan setiap hari selama enam minggu, sedangkan sisanya tidak. Pada awal penelitian elektropsikologi, Young dkk masih dapat merangsang timbulnya ventricular tachycardia melalui program stimuli ekstra pada seluruh partisipan.
Pada penelitian elektropsikologi kedua, 42 persen pengguna minyak ikan tidak mengalami ventricular tachycardia sedangkan pada kelompok lain prosentasenya hanya tujuh persen.
Selain itu, 42 persen pengguna minyak ikan membutuhkan stimulasi yang lebih agresif untuk menimbulkan gejala ventricular tachycardia, sedangkan pada kelompok lain prosentasenya 36 persen.
Minyak ikan merupakan asupan minyak essential yang mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Suplemen minyak ikan biasanya berasal dari ikan laut perairan dalam dan dingin yang diekstrak dari jaringan hati ikan Cod atau jaringan lemak ikan salmon.
Dalam suplemen minyak ikan biasany terkandung asam lemak kaya manfaat seperti Omega 3 (EPA & DHA), Vit A dan Vit D. Salah satu sumber DHA & EPA ALAMI adalah suplemen minyak ikan dari hati ikan cod atau sering disebut Cod Liver Oil. Ikan Cod merupakan ikan No.2 yang memiliki kandungan minyak terbanyak setelah Ikan Hiu.
Sumber : Kompas.com
Untuk produk2 minyak ikan Hiu/Squalene, Omega 3 dll dapat langsung dilihat di link di bawah ini :
inyak Ikan Stabilkan Jantung
Kompas.com-Kebiasaan mengonsumi minyak ikan menurut hasil beberapa penelitian memang memiliki khasiat bagi kesehatan khususnya jantung. Dalam sebuah studi klinis terbaru di Australia, manfaat minyak ikan kembali mendapatkan dukungan.
Berdasar riset, konsumsi suplemen minyak ikan secara teratur mampu menurunan ketidakstabilan elektris pada jantung, khususnya pada pasien yang mengidap kelainan detak atau ritme jantung.
¨Pengaruh kestabilan ini mungkin suatu cara di mana minyak ikan dapat menurunkan risiko kematian pada pasien pengidap penyakit jantung dan pembuluh darah,¨ Dr Glenn D Young dari Royal Adelaide Hospital, Australia seperti dikutip Reuters Health.
¨Hasil riset ini tentu akan mendukung penggunaan minyak ikan atau pun konsumsi ikan lebih luas lagi pada pasien pengidap penyakit jantung koroner,¨ tambah Young.
Beberapa riset sebelumnya melaporkan bahwa peningkatan konsumsi ikan atau pun minyak ikan berdampak pada penurunan risiko kematian akibat serangan jantung. Fakta ini pun lalu memunculkan ide bahwa minyak ikan dapat menyeimbangkan atau menstabilkan ritme jantung.
Dalam riset tentang minyak ikan ini, Young dan rekannya melibatkan 26 pasien pengidap gangguan ritme jantung yang disebut ventricular tachycardia. Di dalam jantung para partisipan ini tertanam alat pacu jantung.
Sebanyak 22 partisipan diharuskan mengonsumsi 3 gram minyak ikan setiap hari selama enam minggu, sedangkan sisanya tidak. Pada awal penelitian elektropsikologi, Young dkk masih dapat merangsang timbulnya ventricular tachycardia melalui program stimuli ekstra pada seluruh partisipan.
Pada penelitian elektropsikologi kedua, 42 persen pengguna minyak ikan tidak mengalami ventricular tachycardia sedangkan pada kelompok lain prosentasenya hanya tujuh persen.
Selain itu, 42 persen pengguna minyak ikan membutuhkan stimulasi yang lebih agresif untuk menimbulkan gejala ventricular tachycardia, sedangkan pada kelompok lain prosentasenya 36 persen.
Minyak ikan merupakan asupan minyak essential yang mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Suplemen minyak ikan biasanya berasal dari ikan laut perairan dalam dan dingin yang diekstrak dari jaringan hati ikan Cod atau jaringan lemak ikan salmon.
Dalam suplemen minyak ikan biasany terkandung asam lemak kaya manfaat seperti Omega 3 (EPA & DHA), Vit A dan Vit D. Salah satu sumber DHA & EPA ALAMI adalah suplemen minyak ikan dari hati ikan cod atau sering disebut Cod Liver Oil. Ikan Cod merupakan ikan No.2 yang memiliki kandungan minyak terbanyak setelah Ikan Hiu.
Obat digolongkan menjadi empat golongan yaitu :
1. Obat bebas (obat OTC : Over The Counter) merupakan obat yang ditandai dengan lingkaran 
berwarna hijau dengan tepi lingkaran berwarna hitam. Obat bebas umumnya berupa suplemen vitamin dan mineral, obat gosok, beberapa analgetik-antipiretik, dan beberapa antasida. Obat golongan ini dapat dibeli bebas di Apotek, toko obat dan warung.
2. Obat bebas terbatas, merupakan obat yang ditandai dengan lingkaran berwarna biru dengan tepi lingkaran berwarna hitam. Obat ini juga dapat diperoleh tanpa resep dokter diapotek dan toko obat. Obat-obat yang umumnya masuk dalam golongan ini antara lain obat batuk, obat influenza, obat-obat antiseptik dan tetes mata untuk iritasi ringan. Pada kemasan obat seperti ini biasanya tertera peringatan yang bertanda kotak kecil berdasar warna gelap atau kotak putih bergaris tepi hitam, dengan tulisan sebagai berikut :
P.No. 1: Awas! Obat keras. Bacalah aturan pemakaiannya.
P.No. 2: Awas! Obat keras. Hanya untuk bagian luar dari badan.
P.No. 3: Awas! Obat keras. Tidak boleh ditelan.
P.No. 4: Awas! Obat keras. Hanya untuk dibakar.
P.No. 5: Awas! Obat keras. Obat wasir, jangan ditelan
3. Obat keras (dulu disebut obat daftar G = gevaarlijk = berbahaya)
Disebut obat keras karena jika pemakai tidak memperhatikan dosis, aturan pakai, dan peringatan yang diberikan, dapat menimbulkan efek berbahaya. Obat keras merupakan obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter dan hanya bisa diperoleh di Apotek. Dalam kemasannya ditandai dengan lingkaran merah dengan huruf K ditengahnya. Contoh obat ini adalah amoksilin, asam mefenamat dan semua obat dalam bentuk injeksi.
4. Obat Narkotika, merupakan zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun semi sintesis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. (UU RI no. 22 th 1997 tentang Narkotika). Obat ini pada kemasannya dengan lingkaran yang didalamnya terdapat palang (+) berwarna merah.
Obat narkotika penggunaannya diawasi dengan ketat sehingga obat golongan narkotika hanya dapat diperoleh di apotek dengan resep dokter asli (tidak dapat menggunakan copy resep). Dalam bidang kesehatan, obat-obat narkotika biasa digunakan sebagai anestesi/obat bius dan analgetik/obat penghilang rasa sakit. Contoh obat narkotika adalah : codipront (obat batuk), MST (analgetik) dan fentanil (obat bius).
5. Obat-obat psikotropika, merupakan Zat atau obat baik ilmiah atau sintesis, bukan narkotika yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selekti pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan prilaku, Ex : alprazolam, diazepam. Mengenai obat-obat psikotropika ini diatur dalam UU RI Nomor 5 tahun 1997.
Psikotropika dibagi menjadi :
a. Golongan I : sampai sekarang kegunaannya hanya ditujukan untuk ilmu pengetahuan, dilarang diproduksi, dan digunakan untuk pengobatan contohnya metilen dioksi metamfetamin, Lisergid acid diathylamine (LSD) dan metamfetamin
b. Golongan II,III dan IV dapat digunakan untuk pengobatan asalkan sudah didaftarkan, contohnya diazepam, fenobarbital, lorazepam dan klordiazepoksid.
Komposisi
Setiap tablet mengandung kaptopril 12,5 mg.
Setiap tablet mengandung kaptopril 25   mg.
Setiap tablet mengandung kaptopril 50   mg.
Cara Kerja Obat
Kaptopril merupakan obat antihipertensi dan efektif dalam penanganan gagal jantung dengan cara supresi sistem renin angiotensin sidosteron.
Renin adalah enzim yang dihasilkan ginjal dan bekerja pada globulin plasma untuk memproduksi angiotensin I yang bersifat inaktif. “Angiotensin Converting Enzyme” (ACE), akan merubah angiotensin I menjadi angiotensin II yang bersifat aktif dan merupakan vasokonstriktor endogen serta dapat menstimulasi sintesa dan sekresi aldosteron dalam korteks adrenal.
Peningkatan sekresi aldosteron akan mengakibatkan ginjal merentensi natrium dan cairan, serta meretensi kalium. Dalam kerjanya, kaptopril akan menghambat kerja ACE, akibatnya pembentukan angiotensin II terhambat, timbul vasodilatasi, penurunan sekresi aldosteron sehingga ginjal mensekresi natrium dan cairan serta mensekresi kalium. Keadaan ini akan menyebabkan penurunan tekanan darah dan mengurangi beban jantung, baik ‘afterload’ maupun ’fre-load’, sehingga terjadi peningkatan kerja jantung. Vasodilatasi yang timbul tidak menimbulkan reflek takikardia.
 

Indikasi
Untuk hipertensi berat hingga sedang, kombinasi dengan tiazida memberikan efek aditif, sedangkan kombinasi dengan beta bloker memberikan efek yang kurang aditif. Untuk gagal jantung yang tidak cukup responsif atau tidak dapat dikontrol dengan diuretik dan digitalis, dalam hal ini pemberian kaptopril diberikan bersama diuretik dan digitalis.
Dosis
Kaptopril harus diberikan 1 jam sebelum makan, dosisnya sangat tergantung dari kebutuhan penderita (individual).
Dewasa
Hipertensi : dosis awal : 12,5 mg tiga kali sehari.  
Bila setelah 2 minggu, penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu lagi, tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretik golongan tiazida misal hidroklorotiazida 25 mg setiap hari.
Dosis diuretik mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu. Maksimum dosis kaptopril untuk hipertensi sehari tidak boleh lebih dari 450 mg.
Gagal jantung 12,5 mg – 25 mg tiga kali sehari, diberikan bersama diuretik dan digitalis, dari awal terapi harus dilakukan pengawasan medik secara ketat. Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dosis perlu dikurangi disesuaikan dengan klirens kreatinin penderita.
Peringatan dan Perhatian
Keamanan penggunaan pada wanita hamil belum terbukti, bila terjadi kehamilan selama pemakaian obat ini, maka pemberian obat harus dihentikan dengan segera.
Harus diberikan dengan hati – hati pada wanita menyusui, pemberian ASI perlu dihentikan karena ditemukan kadar dalam ASI lebih tinggi daripada kadar dalam darah ibu.
Pemberian pada anak – anak masih belum diketahui keamanannya,  sehingga obat ini hanya diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif.
Pemakaian pada lanjut usia harus hati – hati karena sensitivitasnya terhadap efek hipotensif.
Hati – hati pemberian pada penderita penyakit ginjal.
Pengobatan agar dihentikan bila terjadi gejala – gejala angiodema seperti bengkak mulut, mata, bibir, lidah, laring juga sukar menelan, sukar bernafas dan serak.
Konsultasikan ke dokter bila menggunakan suplemen potassium, potassium sparing diuretic dan garam – garam potassium.
Pemakaian obat penghambat ACE pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/klainan organ pada fetus atau neonatus, bahkan dapat menyebabkan kematian fetus atau neonatus.
Pada kehamilan trimester II dan III dapat menimbulkan gangguan antara lain : hipotensi, hipoplasia tengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversible atau ireversible dan kematian. Juga dapat terjadi oligohidramnios, deformasi kraniofasial, perkembangan paru hipoplasi, kelahiran prematur, perkembangan retardasi – intrauteri, paten duktus arteriosus.
Bayi dengan riwayat dimana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan penghambat ACE, harus diobservasi tentang kemungkinan terjadinya hipotensi, oligouria dan hiperkalemia.
Efek Samping
Kaptopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5 % penderita dan pada 1,2 % penderita dengan penyakit ginjal. Dapat terjadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama pengobatan.
Neutropenia/agranulositosis terjadi kira – kira 0,4 % penderita. Efek samping ini terutama terjadi penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini muncul dalam 1 – 3 bulan pengobatan, pengobatan agar dihentikan sebelum penderita terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakkukan hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. Pada penderita yang mengalami tanda – tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harus segera dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia.
Hipotensi dapat terjadi 1 – 1,5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan, misalnya akibat pemberian diuretik, diet rendah garam, dialisis, munta, diare, dehidrasi maka hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat, terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang normal atau rendah. Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya.
Sering terjadi ruam pruritus, kadang – kadang terjadi demam dan eosinofilia. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan.
Terjadi perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan.
Retensi kalium ringan sering terjadi, terutama pada penderita gangguan ginjal, sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hati – hati.
Kontraindikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap kaptopril atau penghambat ACE lainnya (misalnya pasien mengalami angioedema selama pengobatan dengan penghambat ACE lainnya).
Interaksi Obat
Alkohol
Obat anti inflamasi terutama indometasin.
Suplemen potassium atau obat yang mengandung potassium.
Obat – obat berefek hipotensi.
Mengenal Obat Dan Farmasi
  • obat dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dimaksudkan untuk dipakai dalam diagnosa, mengurangi rasa sakit, mengobati atau mencegah penyakit pada manusia dan hewan. salah satu kualitas obat yang paling  mengherankan ialah mempunyai beraneka ragam kerja dan efek pada tubuh. obat yang digolongkan sebagai ekbolika atau oksitosika merangsang otot uterus, sedangkan bahan obat lain bekerja sebagai pelemas otot uterus. beberapa obat secara selektif merangsang otot jantung, otot polos atau otot rangka.sedangkan obat yang lain mempunyai pengaruh yang berlawanan.
  • obat yang disebut emetika merangsang terjadinya muntah, deuretika meningkatkan ekskresi urin, sudorifika merangsang pengeluaran keringat, obat yang disebut ekspetoransia meningkatkan umlah cairan dalam saluran pernapasan dan katartika atau laksativa merangsang pengosongan usus besar.
  • beberapa bahan obat dapat digunakan untuk mengurangi sakt kepala, nyeri, demam, aktivitas kelenjar tiroid, bersin, rinitis, insomnia, keasaman lambung, mabuk perjalanan dan depresi mental.
  • obat dapat digunakan untuk mendiaknosa penyakit kencing manis.ketidaknormalan hati, tuberkulosis, atau kehamilan, juga dapt digunakan untuk memenuhi kembali kekurangan tubuh akan antibody, vitamin, hormon, elektrolit, enzim maupun darah.
  • jalur baru pemakaian obat yang paling efektif (secara oral, rektal, parenteral) harus ditentukan dan ditetapkan petunjuk tentang dosis - dosis yang dianjurkan bagi pasien dalam berbagai umur, berat badan dan status penyakitnya. Untuk membantu pemakaian alat melalui jalur- jalur pilihannya telah diformulaskan dan disiapkan bentuk sediaan yang sesuai seperti tablet, kapsul, injeksi, supositoria, ointment, aerosol dan lain-lain.
Sejarah Farmasi
  • Obat-obatan dalam bentuk tumbuh-tunbuhan dan mineral, telah ada jauh lebih lama dari manusia sendiri. Penyakit pada manusia dan nalurinya untuk mempertahankan hidup, setelah bertahun=tahun. membawa pada penemuan-penemuan. Penggunaan obat walaupun dalan bentuk yang masih sederhana tidak diragukan lagisudah ada sejahk jauh sebelum adanya sejarang yang ditulis.Karena naluri orang- orang primitfi untuk menghilangkan rasa sakit pada luka dengan merandamnya dalam ait dingin atau menempelnya dengan daun segar, atau menutupinya dengan lumpur.
  • Diantara banyak suku terdahulu mempunyai anggapan bahwa, penyakit disebabkan oleh roh jahat yang masuk kedalam tubuh, pengobatan biasanya dengan mengusir pengganggu yang masuk dari tubuh sipendeerita. Dari sejarah diketahui bahwa cara pengobatan seperti ini memakai mantera, penggunaan bunyi-bunyian dan pemberian ramuan tumbuh-tunbuhan.
  • Perapotekan ya pertama
  • sebelum jamannya para pendeta, oranga yang dianggap bijak dari suatu suku, yang mempunyai ilmu menyembuhkan dengan tumbuh-tumbuhan, yang mereka dapatkan dari pengalaman atau diperoleh dengan cara tururn temurun, biasanya dipanggil untuk mengobati suatu penyakit atau yang luka.
  • Ilmu dari perapotekan selalu dihubungkan dengan hal yang gaib, dan para pelakunya dianggap mempunyai hubungan dengan mahkluk halus dan oleh karena itu mereka dianggap sebagai perantara antara yang terlihan dan yang tidak terliahat. Anggapan bahwa obaat mempunyai hubungan gaib , artinya bahwa berjanya obat untuk suatu kebaikan atau kejahatan tidak didasarkan dari sifat alamiahnya saja. Rasa kaasihan dari dewa, kehadirannya dalam upacara pengobatan dari sipemberi obat secara perorangan dan kolektif dibuat untuk membuat efektif secara terapeutik.
Deangan berjalannya waktuilmu terapeutik menjadi satu dengan fungsi dari pendeta, dan diantara kehidupan terdahulu ahli ilmu gaib, pendeta atau dokter pendeta menjadi penyembuh lahir dan batin. Pada zaman dahulu pekerjaan kefarmasian dan kedokteran tidak dapat dibedakan karena pekerjaan tersebut umumnya merupakan fungsi pimpinan agama suatu suku.
  • Pengatar pandangan ilmiah
  •  Sepanjang sejarah banyak yang memberi sumbangan pemkiran untuk mkemajuan ilmu kesehatan. Yang dapat dicatat diantara mereka yang ajenius dan kreativitasnya  mempunyai pengaruh revolusioner terhadap perkembangan farmasi dan kedoktran adalah hippocrates (ca. 460 - 370 sebelum masehhi), Dioscorides (Abad ke-1 setelah masehi), Galen (ca. 160-200 setelah masehi ) dan Paracelsus (1493-1541 setelah masehi).
  • Hippocrates adalah seorang dokter yunani yang dihargai karena memperkenalkan farmasi dan kedokterabn secara ilmiah. Dia menerangkan obat secara ilmiah  dan menyusun sistematika  pengetahuan kedokteran serta meletakkan pekerjaan kedokteran pada suatu etik yang tinggi.
  • Dioscorides seorang dokter yunani yang juga sebagai ahli botani merupakan orang pertama yang yanga menggunakan ilmu tumbuh-tumbuhan sebagai ilmu farmasi terapan. Hasil karyanya the materia medica dianggap sebagai perkembangan wal botani farmasi dan dalam penyelidikan bahan obat yang diperoleh secara alamiah. Ilmu dalam sekarang ini disebut sebagai farmakognosi suatu istilah yang dibentuk dari dua kata yunani yaitu pharmacon adalah obat dan  adalah pengetahuan.
  • Galen adalah seorang dokter dan ahli farmasi bangsa yunani yang mmperoleh kewarganegaraan romawi, mengarahkan dalam menciptakan suatu sistem yang sempurna dari fisiologi, patologi dan pengobatan serta merumuskan doktrin yang diikuti selama 1500 tahun.
  • Mungkin tidak ada orang dalam sejarah yang mempunyai pengaruh secara revolusioner dalam bidang farmasi dan kedokteran  seperti philippus Aureolus Theophrastus von Hohenheim, seorang dokter dan ahli kimia dari swiss yang menyebut dirinya "paracelsus" pengaruhnya sangat besar terhadap perubahan farmmasi, dari suatu profesi yang terutama berdasarkan ilmu tumbuh-tumbuhna menjadi suatu profesi yang berdasarkan ilmu kimia.