Infeksi
saluran kemih adalah infeksi bakteri pada saluran kemih terluar
(pembuangannya) sampai ke ginjal. Infeksi yang biasa ditemui adalah
infeksi kandung kemih. Sementara infeksi lain yang sering terjadi
adalah infeksi ginjal dan infeksi urethra (saluran membranosa yang
mengalirkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh). Infeksi ini bisa
asimptomatik (tak bergejala), tetapi bakterinya tetap tumbuh di
saluran kemih. Sebaliknya, ada juga yang bergejala, sehingga mudah
dilacak oleh dokter.
Bagaimana mendeteksi infeksi saluran kemih?
Gejala
infeksi saluran kemih pada setiap orang memang tidak selalu
sama. Ada yang merasakan gejalanya seperti terbakar ketika buang air
kecil, terasa selalu ingin buang air kecil setiap 30–60 menit, atau
merasa seolah-olah ingin buang air kecil kembali ( anyang-anyangan ).
Pada beberapa kasus, mungkin terlihat sedikit darah pada air seninya
yang baunya sangat menyengat.
Untuk
infeksi yang tidak bergejala (asimptomatik bakteriuria), dokter
Anda dapat memeriksa dengan tes urin di laboratorium. Asimptomatik
bakteriuria pada ibu hamil harus segera ditangani.
Apa penyebab infeksi saluran kemih?
Lemahnya
pertahanan tubuh telah menyebabkan bakteri dari vagina, perineum
(daerah sekitar vagina), rektum (dubur) atau dari pasangan (akibat
hubungan seksual), masuk ke dalam saluran kemih. Bakteri itu
kemudian berkembang biak di saluran kemih sampai ke kandung kemih,
bahkan bisa sampai ke ginjal.
Wanita mamang
lebih rentan untuk terkena infeksi ini dibanding pria, karena
saluran urethra pada wanita yang lebih pendek dibandingkan dengan
pria. Selain itu, berbagai perubahan hormon pada wanita hamil juga
meningkatkan risiko menderita infeksi saluran kemih, seperti:
- Riwayat kesehatan pasien yang pernah mengalami infeksi tersebut.
- Pasien menderita diabetes mellitus .
- Penanganan anemia sickle sell (anemia karena adanya kelainan pada sel-sel darah merah).
- Adanya ketidaknormalan pada saluran kemih orang yang bersangkutan.
- Kehamilan lebih dari tiga kali.
- Adanya batu ginjal (nephrolithiasis ).
Bagaimana menangani infeksi ini?
Dokter
biasanya akan memberikan resep obat yang aman untuk Anda dan bayi
Anda. Anda juga dapat membantu kesembuhan ini dengan minum banyak air
putih untuk membantu mendorong bakteri keluar melalui air seni, dan
tidak menunda buang air kecil.
Untuk
mengetahui apakah pengobatan itu berhasil atau tidak, adalah dengan
melihat tanda-tandanya. Jika suhu tubuh meningkat, menggigil, bagian
bawah perut sakit, mual, muntah, atau sakit di ulu hati, sebaiknya
Anda segera menghubungi dokter. Demikian juga, bila Anda merasakan
kontraksi, atau jika setelah minum obat dokter selama tiga hari tetapi
masih terasa seperti terbakar ketika buang air kecil.
Bagaimana mencegah infeksi ini?
Ada beberapa upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah infeksi saluran kemih ini, antara lain:
· Minumlah banyak cairan (dianjurkan untuk minum minimal 8 gelas air putih sehari).
· Segera buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.
·
Jika membersihkan kotoran, bersihkan dari arah depan ke belakang,
agar kotoran dari dubur tidak masuk ke dalam saluran kemih.
·
Periksakan air seni secara rutin selama kehamilan. Dengan
pemeriksaan tersebut akan dapat segera diketahui apakah Anda terinfeksi
atau tidak.
· Jangan terlalu lama menahan keinginan buang air kecil.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar