ANDA sering merasakan nyeri pada pinggang? Keluhan semacam itu jangan
dianggap remeh. Bisa jadi semakin lama nyeri yang dirasakan justru
menetap dan sulit ditangani. Pada kenyataannya, nyeri pinggang adalah
salah satu wujud nyeri tulang belakang (NTB) dan merupakan keluhan
terbanyak dari kasus rematik. Bahkan, kebanyakan orang dewasa di bawah
usia 45 tahun kehilangan waktu kerjanya karena penyakit ini.
Menurut dr RB Wirawan SpS(K), dokter mitra spesialis Saraf RS Telogorejo
Semarang, nyeri pinggang sering dijumpai di masyarakat. Setidaknya 70
persen penduduk pernah mengalami keluhan tersebut. Nyeri pinggang
adalah nyeri yang dirasakan di daerah pinggang, dapat merupakan nyeri
lokal maupun nyeri yang menjalar ke arah tungkai dan kaki.
”Seringkali nyeri yang berasal dari pinggang dirasakan di daerah lain
atau sebaliknya nyeri yang berasal dari daerah lain bisa dirasakan di
pinggang. Akibatnya tidak sedikit di antara penderita nyeri pinggang
yang sering kehilangan hari kerja, merasa cemas, dan merasakan
penyakitnya sering kambuh. Penyebab nyeri pinggang beraneka ragam. Bisa
karena kelainan mekanik pada otot, peradangan, kanker, penyakit tulang
keropos (osteoporosis), penyakit ginekologi dan penyakit
neurologi,”terangnya.
Secara klinis nyeri pinggang dibagi
menjadi tiga golongan, yakni nyeri pinggang nonspesifik yang paling
banyak dirasakan penderita (90 persen), nyeri pinggang dengan
penjalaran, serta nyeri pinggang dengan tanda bahaya (red flag),
misalnya, cidera, patah tulang, infeksi, dan tumor. Penanganannya pun
harus benar-benar disesuaikan dengan penyebabnya. Jangan sampai terjadi
salah penanganan akibat ketidaktahuan masyarakat.
”Kadangkala masyarakat langsung memijatkan tubuhnya saat merasa nyeri
pada pinggang. Memang, pada nyeri pinggang biasa atau nonspesifik,
tindakan memijat boleh dilakukan. Tapi, pada kasus tertentu justru
berbahaya. Misalnya pada penderita nyeri karena radang, tumor, fraktur
atau retak, jika dipijat justru memperparah penyakitnya,” ujar dr
Wirawan.
Sebaliknya membiarkan nyeri tanpa penanganan juga
tidak dianjurkan. Sebab jika tidak ditangani lebih dari tiga bulan,
nyeri yang dirasakan dapat menjadi kronis. Penderita juga akan merasa
cemas terhadap penyakitnya, depresi, serta mengalami gangguan tidur.
Untuk menangani pasien dengan keluhan sakit pinggang, dokter akan
melakukan pemeriksaan-pemerikasan awal untuk mengetahui penyebab sakit
yang dirasakan pasien. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan
memberikan perhatian khusus pada otot dan sendi yang sakit.
”Pemeriksaan lainnya yang biasa digunakan adalah pemeriksaan radiologi
dengan menggunakan foto sinar X, dengan tujuan melihat ada tidaknya
kelainan pada tulang belakang, seperti cedera, tumor atau penyakit
rematik. Pemeriksaan radiologi lainnya adalah MRI. Melalui medan magnet
berkekuatan tinggi, dapat diperoleh gambar secara mendetil dari bagian
tubuh khususnya jaringan-jaringan lunak. Pemeriksaan lainnya adalah
Mielografi, namun pemeriksaan ini sudah jarang dilakukan. Jika
dibutuhkan, pemeriksaan laboratorium juga dapat dilakukan untuk
mendeteksi penyakit seperti rematik,”ungkap dr. Wirawan.
Setelah mengetahui penyebab sakitnya, maka akan disusun program
pengobatan untuk pasien nyeri pinggang. Pengobatan yang lazim digunakan
adalah dengan istirahat , atau istirahat di tempat tidur, obat-obatan,
terapi panas dengan kompres, latihan sesuai dengan petunjuk
fisioterapis untuk mencegah kambuhnya sakit, traksi pinggang dan alat
bantu seperti korset pinggang, bila diperlukan akan dilakukan
pembedahan. Namun sebagian besar penderita nyeri pinggang dapat
disembuhkan dengan istirahat, latihan dan obat.
”Selain
itu, untuk penderita sakit pinggang disarankan menghindari aktivitas
yang mengganggu pinggang, seperti mengangkat beban berat pada posisi
membungkuk atau berjongkok. Hindari naik turun tangga atau pekerjaan
fisik lain yang mengeluarkan tenaga, jangan memakai sepatu bertumit
tinggi, serta mengurangi berat badan jika tubuh kegemukan. Agar nyeri
pinggang tidak kambuh, disarankan untuk duduk dan berdiri dengan sikap
yang benar, melakukan latihan teratur dan tidur yang cukup,”tambah dr.
Wirawan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar